Kemampuan membangun komunikasi yang positif dinilai menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di tengah derasnya arus informasi digital. Berangkat dari tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Public Relations Universitas Mercu Buana menggelar Seminar Nasional dan Awarding PR Connect 2026 sebagai ruang pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus mempertemukan dunia akademik dengan praktik industri komunikasi.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026) itu mengusung tema “Voice of Change: Building Positive Communication for Society” dan menjadi puncak rangkaian PR Connect 2026. Acara diselenggarakan secara hybrid, yakni di Aula Rektorat Universitas Mercu Buana Kampus Meruya serta disiarkan melalui kanal YouTube Mercu TV sehingga dapat diikuti peserta dari berbagai daerah.
Tidak hanya menghadirkan seminar, PR Connect 2026 juga menjadi ajang kompetisi nasional yang diikuti mahasiswa dari lebih dari sepuluh provinsi di Indonesia. Kompetisi meliputi Public Speaking Competition, Video Iklan Layanan Masyarakat Competition, dan PR Youth Ambassador. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong mengasah kemampuan komunikasi, berpikir kritis, serta menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua Pelaksana PR Connect 2026 Sarah Zaskia Hidayat mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang komunikasi.
“Keberhasilan PR Connect 2026 merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang memiliki visi yang sama untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah yang terus mendorong lahirnya insan Public Relations yang adaptif, kreatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Seminar nasional menghadirkan Najma Qadisha Ramadhanty, S.H., C.Med., CPLM dan Muhamad Iqbal, S.Sos., M.Sos., M.Sc. Keduanya menyoroti pentingnya komunikasi yang etis, kredibel, dan berorientasi pada kepentingan publik di tengah meningkatnya tantangan disinformasi serta perubahan lanskap media digital.
Ketua Himpunan Mahasiswa Public Relations Universitas Mercu Buana Syarah Robiatul Amalia mengatakan PR Connect dibangun bukan sekadar sebagai ajang perlombaan, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa dengan kalangan akademisi dan praktisi.
“Yang ingin kami bangun hari ini bukan hanya sebuah seminar, dan bukan juga hanya sebuah kompetisi. Yang ingin kami bangun adalah sebuah connection antar mahasiswa, serta connection antara dunia akademik dan dunia industri. Semoga connection ini nantinya mampu menghadirkan komunikasi yang lebih positif untuk masyarakat,” katanya.
Di tengah perubahan industri komunikasi yang berlangsung cepat, penyelenggara berharap PR Connect dapat menjadi salah satu wadah untuk menyiapkan calon praktisi public relations yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial serta mampu memanfaatkan komunikasi sebagai instrumen untuk membangun kepercayaan publik dan mendorong perubahan yang positif.















