Program Studi Desain Produk, Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana menggelar Sugoi Desu Pro, sebuah festival kreatif yang memadukan kompetisi cosplay, fashion show, dan kolaborasi komunitas kreatif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus menghadirkan ruang berekspresi bagi generasi muda sekaligus memperkenalkan desain sebagai bidang yang dekat dengan budaya populer dan industri kreatif.
Festival tersebut diikuti sekitar 50 cosplayer dari berbagai komunitas yang menampilkan karakter dari anime, manga, gim, hingga budaya populer Jepang. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa proses desain tidak hanya berkembang pada produk industri, tetapi juga hadir dalam perancangan kostum, karakter, tata rias, hingga seni pertunjukan.
Nama Sugoi Desu Pro diambil dari kata sugoi dalam bahasa Jepang yang berarti hebat atau luar biasa. Filosofi tersebut mencerminkan semangat penyelenggara dalam memberikan apresiasi terhadap karya, keberanian berekspresi, dan potensi kreatif generasi muda.
Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Desain dan Seni Kreatif bersama Ketua Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana. Ketua Program Studi Desain Produk, Junaidi Salam, S.Ds., M.Ds., mengatakan kreativitas yang berkelanjutan berawal dari minat dan hobi yang dikembangkan secara serius.
“Kami percaya bahwa motivasi kreatif akan tumbuh dari passion setiap individu. Melalui Sugoi Desu Pro, Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana ingin menjadi motor penggerak yang memberikan ruang bagi talenta muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan bahwa desain mampu menjembatani hobi dengan peluang profesi di industri kreatif,” ujar Junaidi.
Selain kompetisi cosplay, kegiatan ini juga menampilkan Fashion Show karya mahasiswa mata kuliah Desain Fashion 1 yang diampu dosen Vania Aqmarani. Berbagai koleksi busana yang dipamerkan mengangkat konsep sustainable fashion dengan memanfaatkan limbah denim dan plastik menjadi produk fesyen yang memiliki nilai estetika sekaligus ramah lingkungan.
Melalui karya tersebut, mahasiswa menunjukkan bahwa pendekatan desain tidak hanya berfokus pada aspek visual, tetapi juga memberikan solusi terhadap isu keberlanjutan melalui pemanfaatan material daur ulang.
Sugoi Desu Pro turut dihadiri sivitas akademika Universitas Mercu Buana, mahasiswa, komunitas cosplay, pelaku industri kreatif, serta siswa SMA dan SMK dari berbagai wilayah Jabodetabek. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan semakin luasnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan komunitas kreatif dalam membangun ekosistem industri berbasis inovasi.
Melalui penyelenggaraan Sugoi Desu Pro, Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga mendorong lahirnya ruang kolaborasi bagi generasi muda. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan, komunitas kreatif, dan industri dalam melahirkan talenta yang mampu menjawab kebutuhan industri kreatif Indonesia yang terus berkembang.















