Momen Tak Bisa Diulang, Mahasiswa Fikom UMB Diuji di Mandalika

0
3
views

Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Mercu Buana (UMB) merasakan langsung tantangan produksi audiovisual di lingkungan balap ketika terlibat dalam tim media salah satu pembalap Indonesia pada Mandalika Festival of Speed (MFoS) Round 3 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 14–16 Agustus 2026.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi konsentrasi Broadcasting, Hasbi Riziq Rivansyah dan Nathaniel Suryanegara, bertugas mendokumentasikan berbagai aktivitas selama penyelenggaraan balapan. Materi yang mereka produksi mencakup persiapan sebelum race, aktivitas pembalap dan tim, jalannya perlombaan, hingga situasi setelah balapan.

Keduanya juga mendokumentasikan keterlibatan lima mahasiswa Fakultas Teknik UMB yang berada dalam tim pendukung persiapan balap.

Pengalaman di sirkuit memberikan tantangan yang berbeda dibandingkan praktik produksi di lingkungan perkuliahan. Dalam produksi broadcasting olahraga, mahasiswa harus bekerja dengan situasi yang bergerak cepat. Sejumlah momen hanya berlangsung dalam hitungan detik dan tidak selalu dapat diulang.

Kondisi tersebut menuntut mereka menentukan prioritas gambar, membaca momentum, menyesuaikan posisi pengambilan gambar, serta berkoordinasi dengan anggota tim dalam waktu yang terbatas.

“Di lapangan, mahasiswa menghadapi situasi nyata: waktu yang terbatas, momen yang tidak bisa diulang, dan tuntutan untuk menghasilkan karya yang memiliki pesan,” ujar dosen pendamping, Eka Perwitasari Fauzi.

Menurut Eka, pengalaman lapangan membantu mahasiswa melihat secara langsung bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam perkuliahan digunakan dalam situasi kerja yang sesungguhnya.

“Pengalaman seperti ini penting agar mahasiswa tidak hanya memahami proses produksi secara teoritis, tetapi juga mampu beradaptasi ketika berhadapan dengan kondisi yang tidak selalu dapat diprediksi,” katanya.

Menguji Kesiapan Sebelum Masuk Industri

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam produksi di lingkungan balap bukan semata-mata mengenai kemampuan mengoperasikan perangkat produksi. Mereka juga dituntut memahami alur kerja, berkomunikasi dengan anggota tim, menjaga disiplin terhadap waktu, dan bertanggung jawab terhadap materi yang dihasilkan.

Hasbi mengatakan keterlibatannya dalam kegiatan bersama Lamban Garage kali ini merupakan pengalaman keduanya. Sebelumnya, ia juga terlibat dalam kegiatan balap bersama tim tersebut pada Juni 2026.

Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk melihat lebih dekat ritme kerja produksi konten olahraga.

Bekerja bersama awak media profesional membuatnya berhadapan dengan kebutuhan untuk menangkap momen secara cepat sekaligus memastikan materi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan produksi.

Kolaborasi Fikom UMB dengan Lamban Garage sendiri telah berlangsung dalam dua kegiatan balap. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengalaman lapangan yang mempertemukan proses pembelajaran akademik dengan kebutuhan kerja di industri.

Bagi mahasiswa broadcasting, lingkungan seperti sirkuit juga memperlihatkan bahwa produksi audiovisual tidak berhenti pada persoalan teknis. Kemampuan mengambil keputusan secara cepat, memahami konteks peristiwa, dan bekerja dalam tim menjadi bagian dari kompetensi yang dibutuhkan dalam produksi profesional.

Pengalaman di Mandalika akhirnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kompetensi tersebut secara langsung. Di tengah suara mesin, pergerakan pembalap, dan keterbatasan waktu, mereka harus bekerja dengan prinsip sederhana dalam produksi jurnalistik dan audiovisual: menentukan apa yang penting, menangkapnya pada saat yang tepat, dan menghasilkan materi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki industri broadcasting, pengalaman semacam itu menjadi bagian dari proses transisi dari pembelajaran di ruang kelas menuju lingkungan kerja profesional.