Kemampuan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Mercu Buana (UMB) kembali teruji di tingkat provinsi. Nia Ramadhani berhasil meraih Juara Pertama Tangkai Lomba Desain Poster Provinsi DKI Jakarta dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) 2026.
Prestasi tersebut sekaligus memperpanjang tradisi juara Fakultas Desain dan Seni Kreatif (FDSK) UMB di ajang Peksimida. Dalam beberapa penyelenggaraan sebelumnya, mahasiswa FDSK UMB juga konsisten meraih posisi tertinggi, yakni Juara 1 Komik Peksimida 2018, Juara 1 Poster Peksimida 2022, Juara 1 Komik Peksimida 2024, dan Juara 1 Poster Peksimida 2026.
Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa FDSK UMB di Peksimida bukan capaian sesaat. Konsistensi tersebut memperlihatkan keberlanjutan proses pembelajaran, pengembangan kreativitas, serta kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya desain yang mampu bersaing di tingkat provinsi.
Capaian Nia menegaskan bahwa kompetensi desain yang dikembangkan di lingkungan akademik tidak berhenti pada ruang kelas. Melalui kompetisi Peksimida, kemampuan mahasiswa dalam mengolah gagasan, membangun konsep visual, sekaligus menyampaikan pesan melalui desain diuji di hadapan peserta dari berbagai perguruan tinggi di DKI Jakarta.
Bagi Program Studi DKV, prestasi Nia menjadi indikator bahwa mahasiswa memiliki kapasitas untuk mengubah kemampuan kreatif menjadi karya yang kompetitif. Desain poster tidak hanya menuntut kekuatan estetika, tetapi juga ketepatan pesan, penguasaan elemen visual, kreativitas konsep, serta kemampuan merespons tema secara efektif.
Dekan Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana, Dr. Agus Budi Setyawan, S.Sn., M.Sn., menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya mempertemukan proses pembelajaran dengan pengalaman kompetisi nyata.
“Prestasi Nia menunjukkan bahwa kompetensi desain yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan dan diuji dalam kompetisi yang lebih luas. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa DKV UMB memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya yang tidak hanya baik secara visual, tetapi juga memiliki kekuatan gagasan dan komunikasi,” ujar Agus.
Menurutnya, konsistensi FDSK UMB meraih juara di Peksimida juga menjadi indikator bahwa budaya berprestasi perlu dibangun secara berkelanjutan, bukan hanya berorientasi pada pencapaian individual.
“Tradisi juara ini tentu menjadi kebanggaan bagi FDSK. Namun yang lebih penting adalah bagaimana prestasi tersebut menjadi bagian dari budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus berkarya, berkompetisi, dan meningkatkan kualitasnya,” katanya.
Menurut Agus, kompetisi seni mahasiswa juga menjadi bagian penting dari proses pembentukan profesional muda di bidang kreatif. Dunia desain, lanjut dia, membutuhkan lulusan yang tidak hanya menguasai perangkat dan teknik, tetapi mampu berpikir konseptual, membaca persoalan, serta menerjemahkan gagasan menjadi solusi visual.
“Mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk membawa karya keluar dari lingkungan kampus. Kompetisi seperti Peksimida memberikan ruang untuk menguji kemampuan, menerima penilaian, sekaligus membangun mental profesional. Karena itu, kami terus mendorong mahasiswa FDSK untuk aktif mengikuti berbagai ajang kreatif,” ujarnya.
Agus menambahkan, capaian Nia diharapkan tidak berhenti sebagai prestasi individual, tetapi menjadi pemicu bagi mahasiswa lain untuk membangun portofolio dan meningkatkan daya saing di bidang industri kreatif.
“Juara adalah hasil akhir, tetapi proses menuju prestasi itulah yang membentuk mahasiswa menjadi kreator yang disiplin, kritis, inovatif, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap keputusan desainnya,” ujarnya.
Peksimida 2026 menjadi salah satu ruang strategis bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi seni dan kreativitas di tingkat daerah. Keberhasilan Nia meraih posisi teratas dalam tangkai lomba desain poster sekaligus memperkuat kiprah FDSK UMB dalam membangun tradisi prestasi dan mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang kompetitif serta relevan dengan perkembangan ekosistem industri kreatif.
Dengan torehan juara yang terus berlanjut dari 2018 hingga 2026, FDSK UMB menunjukkan bahwa prestasi di Peksimida telah berkembang menjadi tradisi akademik dan kreatif. Bagi Nia, kemenangan tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan pengembangan kapasitas sebagai desainer muda sekaligus membawa nama DKV dan Universitas Mercu Buana ke kompetisi kreatif pada jenjang yang lebih tinggi.
















