Prodi Ilkom Universitas Mercu Buana Peringkat Atas EduRank dan SINTA

0
4
views

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) mencatat capaian dalam pemeringkatan akademik berbasis kinerja riset. Dalam pemeringkatan EduRank 2026, UMB menempati posisi pertama di Jakarta pada bidang Communications and Public Relations dan berada di peringkat ketujuh secara nasional.

Posisi tersebut menempatkan UMB sebagai perguruan tinggi swasta dengan peringkat tertinggi di Jakarta dalam bidang Communications and Public Relations pada pemeringkatan EduRank 2026. Pemeringkatan yang diperbarui pada 15 Maret 2026 itu didasarkan pada kinerja penelitian perguruan tinggi, termasuk publikasi akademik dan sitasi.

Capaian tersebut juga tercermin dalam pemeringkatan berbasis SINTA Score Overall. Program Studi Ilmu Komunikasi UMB disebut masuk peringkat keenam dari perguruan tinggi dengan SINTA Score Overall tertinggi pada bidang Ilmu Komunikasi.

Berdasarkan laman SINTA, Program Studi Ilmu Komunikasi UMB tercatat memiliki SINTA Score Overall 10.124 dan SINTA Score 3Yr sebesar 4.961, dengan 91 penulis yang terafiliasi. Profil tersebut juga mencatat keluaran publikasi dari sejumlah basis data, termasuk Scopus, Garuda, dan Google Scholar.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMB Prof. Dr. Ahmad Mulyana, M.Si., mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari proses penguatan budaya akademik dan riset yang dilakukan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. “Bagi kami, capaian ini bukan sekadar tentang angka pemeringkatan. Ini adalah hasil dari proses yang kami bangun secara bertahap. Dalam empat tahun terakhir, FIKOM terus memperkuat ekosistem akademik dan riset, mulai dari coaching dan pendampingan penelitian, pengembangan skema riset internal, peningkatan kapasitas dosen dalam publikasi, hingga mendorong dosen untuk berkompetisi guna memperoleh hibah penelitian eksternal, termasuk hibah dari Kemdiktisaintek.”

“Jadi, ketika kinerja riset FIKOM tercermin dalam EduRank dan SINTA, kami melihatnya sebagai hasil dari budaya akademik yang mulai tumbuh. Dosen tidak hanya didorong untuk melakukan penelitian, tetapi juga untuk menghasilkan publikasi, membangun kolaborasi, dan membawa hasil riset ke dalam proses pembelajaran.”

“Namun, bagi kami, peringkat bukan tujuan akhir. Peringkat adalah salah satu indikator bahwa proses yang kita lakukan berada pada arah yang benar. Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan. Kami ingin membangun ekosistem riset yang semakin kuat, memperluas kolaborasi nasional dan internasional, serta memastikan bahwa penelitian FIKOM tidak berhenti pada publikasi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu komunikasi, industri, dan masyarakat.” “Pada akhirnya, kami ingin FIKOM menjadi ruang akademik yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus belajar, meneliti, berinovasi, dan menghasilkan karya yang berdampak. Itulah yang menurut kami jauh lebih penting daripada sekadar mengejar peringkat. ,” kata Ahmad. Pernyataan tersebut sejalan dengan arah pengembangan FIKOM UMB yang menekankan integritas, inovasi, kolaborasi, serta pengalaman praktis bagi para mahasiswa.

Kinerja Riset Komunikasi

Dalam pemeringkatan EduRank 2026, UMB tercatat memiliki 1.032 publikasi di bidang Communications and Public Relations dengan 4.799 sitasi. Posisi tersebut menempatkan UMB di peringkat ke-7 di Indonesia, ke-43 di Asia, dan ke-450 di dunia dalam bidang tersebut.

EduRank menjelaskan bahwa pemeringkatan bidang Communications and Public Relations disusun berdasarkan kinerja penelitian. Untuk Jakarta, EduRank membandingkan delapan universitas berdasarkan publikasi akademik dan sitasi, dengan penyesuaian berdasarkan tahun publikasi. EduRank juga tidak membedakan jenjang sarjana dan pascasarjana dalam pemeringkatan bidang tersebut.

Karena menggunakan metodologi yang berbeda, capaian EduRank dan SINTA dapat dibaca sebagai indikator yang saling melengkapi. EduRank memberikan gambaran posisi kinerja riset dalam konteks internasional, sedangkan SINTA memberikan ukuran kinerja publikasi dan sitasi dalam ekosistem riset di Indonesia.

Bagi FIKOM UMB, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi bidang Ilmu Komunikasi melalui penelitian, publikasi, pembelajaran berbasis praktik, serta pengembangan kompetensi mahasiswa.

Penguatan tersebut juga diarahkan untuk menjawab perubahan industri komunikasi yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami teori komunikasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya, melakukan riset, beradaptasi dengan teknologi, serta memahami persoalan komunikasi yang berkembang di masyarakat.

Dengan capaian EduRank dan SINTA tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi UMB memiliki posisi yang semakin diperhitungkan dalam peta pendidikan tinggi komunikasi. Namun, pemeringkatan tersebut tetap perlu dipahami sesuai metodologinya dan tidak serta-merta menjadi ukuran tunggal untuk kualitas seluruh aspek pendidikan dalam program studi.