Ucuy Mashuri: “Pemuda Jangan Sampai menjadi Pemuda How-How?!”

0
517
views
Ucuy saat menyampaikan materi Sumpah Pemuda (dok. Encep Suhendi)

Salakanews, Lebak – Sumpah Pemuda dihasilkan dari Kongres Pemuda II, yang diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Kongres tersebut dipimpin oleh Pemuda Soegondo Djojopoespito dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia).

Pada momentum kongres tersebut, lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang telah diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman juga ditetapkan sebagai lagu kebangsaan.

Selanjutnya, setelah flashback melihat sejarah Pemuda Indonesia, Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK-PMII) STAI Nurul Hidayah Malingping, gelar Seminar Sumpah Pemuda dengan tema Pemuda Indonesia Berani Bersatu, di Pendopo Kec. Malingping, sabtu malam 20:00 s/d selesai, (22/10/17).

Dalam seminar tersebut, dihadiri beberapa Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada dimalingping. Diantaranya, Oraganisasi PK KNPI Malingping, PILAR, dan Banom Nahdlatul Ulama (NU), Seperti GP Ansor, ISNU, MATAN dan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Malingping.

Ketua PK PMII Malingping. Atang Sutiana, dalam sambutannya mengatakan bahwa hari Sumpah Pemuda adalah sejarah yang harus dipelajari untuk peran Pemuda di masa yang akan datang.

“Sumpah Pemuda yang telah di tetapkan pada tahun 1928, itu menunjukan bahwa perjuangan Pemuda yang sangat luar biasa, maka dari itu kita sebagai Pemuda harus berperan aktif dalam segi apapun yang sifatnya demi kemajuan”, ujarnya.

Selanjutnya salah satu senior PMII Lebak sekaligus pemateri Seminar. Ucuy Mashuri, menguraikan berbagai materi. Kemudian Ucuy (sapaan Ucuy Mashuri-red) mengatakan bahwa Pemuda hari ini adalah pemuda yang harus cerdas, berani dan penuh syukur.

“dari sejarah Sumpah Pemuda, maka kita sebagai pemuda harus cerdas dalam berpikir, berani untuk bergerak, dan mensyukuri hari-hari yang sudah terlewati, karena sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bersyukur”, tuturnya.

Dan kemudian. Lanjut Ucuy, sebagai generasi baru, kalian harus tau siapa diri kalian, jangan-jangan kalian tidak tau siapa diri kalian ini, apalagi menjadi pemuda How How (bagaimana-bagaimana-red), artinya sebagai generasi teruslah berpikir dan bergerak untuk negeri ini karena pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan, tukasnya, (Ndi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × two =