Kisruh Harta Gono-Gini Ivan Wirata dengan Keluarga Mantan Istri Kian Meruncing

0
403
views
pemanen kelapa sawit keluarga mantan istri IW (foto: wahid NR/salakaNews)

Empat orang Pemanen Sawit Keluarga Mantan Istri Ivan Wirata sempat digelandang Polisi

Muaro Jambi, salakaNews – Nama Ivan wirata (IW) Anggota DPRD Provinsi Jambi kembali mencuat ke permukaan, hal itu karena IW melaporkan  pihak keluarga mantan istrinya ke polsek Sekernan, kabupaten Muaro Jambi atas tuduhan pencurian Tandan buah segar (TBS) sawit di lahan yang masih dalam sengketa harta gono gini.

Hal itu dikatakan Masrul Ahmad Rifin adik dari Hj Karyani mantan istri IW, saat ditemui di polsek sekernan kamis (9/1/20).

Masrul membenarkan Polsek Sekernan telah mengamankan  4(empat) orang pemanen TBS sawit berikut barang buktinya (buah sawit),

“Lahan yang belokasi di Rt 9 pal 2 Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi ini, bukanlah termasuk harta gono gini dari harta bersama antara IW dan Karyani.” Ujar Masrul AR.

Suhaimi salah satu pemanen TBS sawit mengatakan, ia bersama pemanen lain mengaku atas suruhan Thamrin AR dan Masrul AR adik dari mantan istri IW untuk memanen buah sawit di kebun milik mereka.

ke empat pekerja pemanen sawit milik keluarga mantan istri IW (foto: wahid/salakaNews)

“Saya dan 3 orang teman saya di suruh manen TBS sawit oleh Thamrin AR di lahan milik pak Tamrin AR, ketika sedang memamen  kami di datangi polisi dengan senjata laras panjang, mereka langsung memaksa dan membawa kami ke polsek sekernan beserta TBS yang kami panen.”Ujar suhaimi.

Semnetara itu Thamrin Ahmad Rifin membenarkan telah terjadi penangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian Polsek Sekernan terhadap empat orang warga untuk memanen sawit di kebun miliknya.

“Benar 4 orang pekerja saya tanpa dikomfirmasi terlebih dahulu kepada saya, langsung dibawa ke Polsek Sekernan, padahal Mereka memanen di lahan milik saya sendiri, yang seluas 9,974. Htr, sedangkan saya bisa membuktikan legalitas kepemilikan lahan tersebut.”. ujar Thamri AR bernada geram.

Sambil menunjukkan foto copy sporadik dan beberapa surat lainnya.Tamrin AR, memiliki lahan tersebut sudah melalui proses pengadilan Agama sengeti dengan Amar putusan, lahan tersebut bukanlah termasuk objek harta bersama, dan Ia memegang bukti SPORADIK beserta hasil putusan pengadilan agama (PA) sengeti.

“Saya merasa lucu kenapa kok bisa dituduh mencuri dilahan milik saya sendiri dan kok bisa buruh panen saya ditangkap, dan kata pemanen kepada saya polisi tidak menunjukkan surat perintah penangkapan. bahkan ketika polisi menangkap anah buah saya,mereka sudah menunjukkan foto copy  sproradik  dan Amar putusan dari PA Sengeti.” Ujarnya.

Sementara Gom gom Marbun, SH. kuasa hukum Thamrin AR dan Masrul AR mengatakan,  masalah tersebut tidak memenuhi unsur tindak pidana pencurian, atau  bentuk pencurian dengan pemberatan, khususnya yang diatur dalam Pasal  secara umum dirumuskan dalam Pasal 362 KUHP.

”kami meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak melanjutkan laporan dari saudara Ivan Wirata, karena laporan tersebut tidaklah memenuhi unsur pencurian,” kata Gom gom Marbun.

Seraya membacakan pasal tersebut yang berbunyi : ‘Barang siapa mengambil barang atau sesuatu, yang seluruhnya atau sebagaian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum’.

“ Bila merujuk pada bunyi pasal tersebut lanjut Gom Gom Marbun, unsur itu tidak terpenuhi, karena pihak Thamrin AR memanen di lahan milik mereka sendiri,” ujar Gom Gom marbun SH.

Terpisah, kanit reskrim Polsek Sekernan Ipda Chandra  membenarkan adanya pengamanan 4 orang pemanen sawit. Menurutnya ke empat orang tersebut (pemanen sawit) sengaja dibawa ke polsek Sekernan untuk diamankan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Benar ada pengamanan tapi bukan penangkapan, pengamanan itu berdasarkan laporan dari saudara Itab orang kepercayaan IW, untuk menjaga kantibmas, setelah diamankan dan dilakukan penyelidikan, ke empat pemanen sudah kami pulangkan pada hari itu juga, namun hasil penyelidikan belum bisa kita publikasikan.” Jelas Chandra ketika dihubungi via phonsel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × four =