Dies Natalis ke-32, FIKOM UMB Tekankan Pentingnya Adaptasi di Era AI

0
1
views

Perubahan teknologi digital dan kehadiran kecerdasan artifisial (AI) mendorong perguruan tinggi untuk terus beradaptasi. Di tengah lanskap komunikasi yang berubah cepat, Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Mercu Buana (UMB) menegaskan pentingnya membangun ekosistem akademik yang adaptif, kolaboratif, dan inovatif.

Pesan itu mengemuka dalam peringatan Dies Natalis ke-32 FIKOM UMB yang mengusung tema “Evolving through Communication: Adapt, Collaborate and Innovate”. Perayaan hari jadi tersebut diisi dengan berbagai forum ilmiah yang melibatkan dosen, peneliti, mahasiswa, dan pemangku kepentingan di bidang komunikasi.

Dekan FIKOM UMB Prof. Dr. Ahmad Mulyana, M.Si., mengatakan usia ke-32 tahun menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan arah pengembangan fakultas di tengah tantangan zaman.

“Usia tiga puluh dua tahun bukanlah sekadar angka. Ini adalah perjalanan panjang yang dipenuhi dedikasi, pengabdian, dan kerja keras. Sebuah perjalanan bagaimana gagasan tumbuh menjadi institusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Mulyana dalam pidato Dies Natalis di Jakarta.

Menurut Mulyana, perkembangan teknologi digital, media sosial, dan AI telah mengubah cara manusia berkomunikasi, bekerja, belajar, hingga memahami realitas sosial. Karena itu, dunia pendidikan tidak dapat menghindari kebutuhan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ia menilai pemanfaatan AI dalam aktivitas akademik maupun organisasi perlu ditempatkan sebagai instrumen pendukung yang tetap berlandaskan integritas dan etika.

“Pemanfaatan AI dalam kegiatan organisasi bukanlah sesuatu yang naif selama integritas tetap terjaga,” katanya.

Meski demikian, Mulyana mengingatkan bahwa tujuan pendidikan tinggi tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan industri atau penguasaan keterampilan teknis. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab membentuk manusia yang berpikir kritis, memiliki kepekaan sosial, serta mampu beradaptasi dengan perubahan.

“Di tengah perubahan yang sangat cepat, tugas perguruan tinggi adalah melahirkan generasi yang adaptif tanpa kehilangan integritas dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis, FIKOM UMB menyelenggarakan Bunga Rampai Webinar yang menjadi ruang diseminasi hasil riset doktoral enam dosen yang baru menyelesaikan studi doktor. Forum tersebut membahas berbagai isu transformasi komunikasi, mulai dari digital parenting, migrasi media televisi, pemberdayaan masyarakat di media baru, hingga perkembangan komunitas virtual di Indonesia.

Selain itu, digelar pula Sarasehan Akademik bertajuk “Merawat Ekosistem Akademis, Menumbuhkan Kolaborasi Tanpa Batas”. Dalam forum tersebut, Guru Besar Ilmu Komunikasi UMB Prof. Dr. Nurhayani Saragih, M.Si., memaparkan pentingnya membangun kolaborasi riset lintas disiplin sebagai strategi menghadapi kompleksitas persoalan sosial dan komunikasi kontemporer.

Melalui rangkaian kegiatan ilmiah tersebut, FIKOM UMB berupaya memperkuat budaya riset sekaligus memperluas ruang kolaborasi akademik. Langkah ini dinilai penting agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan dan solusi atas berbagai tantangan masyarakat.

Menutup pidatonya, Mulyana  mengajak seluruh sivitas akademika dan mitra untuk terus memperkuat kolaborasi serta menjaga semangat inovasi yang telah dibangun selama lebih dari tiga dekade.

“Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana harus terus tumbuh, terus berdampak, dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada usia ke-32 tahun, FIKOM UMB menempatkan adaptasi, kolaborasi, dan inovasi bukan sekadar tema perayaan, melainkan fondasi untuk menjaga relevansi pendidikan komunikasi di tengah perubahan yang semakin cepat.