MANDI IDE 7 Bawa Karya Mahasiswa DKV Mercu Buana ke Ruang Publik

0
2
views
Pembukaan Pameran MANDI IDE 7 secara resmi dilakukan oleh Dekan Fakultas Desain Seni dan Kreatif (FDSK) Universitas Mercu Buana, Dr. Agus Budi Setyawan, S.Ds., M.Sn.

TANGERANG SELATAN, Kreativitas tidak cukup lahir di ruang kelas. Agar memiliki nilai dan daya saing, sebuah gagasan perlu diuji di hadapan publik, mendapat masukan dari praktisi, serta berinteraksi dengan kebutuhan industri. Semangat itulah yang dihadirkan Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Mercu Buana melalui pameran MANDI IDE 7 yang digelar di City Gallery Tangerang Selatan, Rabu (15/7/2026).

Pameran yang diselenggarakan bekerja sama dengan City Gallery Tangerang Selatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan hasil eksplorasi kreatif mereka kepada masyarakat, komunitas kreatif, dan pelaku industri. Tidak sekadar menampilkan karya visual, MANDI IDE 7 juga menjadi wadah yang mempertemukan dunia pendidikan dengan ekosistem industri kreatif sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam mempresentasikan gagasan dan inovasi yang mereka kembangkan selama perkuliahan.

Pembukaan Pameran MANDI IDE 7 secara resmi dilakukan oleh Dekan Fakultas Desain Seni dan Kreatif (FDSK) Universitas Mercu Buana, Dr. Agus Budi Setyawan, S.Ds., M.Sn. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Dekan FDSK Zulfikar Saban, S.Pd., M.Ds., Kepala Program Studi Desain Komunikasi Visual Irfandi Musnur, S.Pd., M.Sn., Presiden Tangerang Selatan Creative Foundation Sir Danday, Staf Khusus Wali Kota Tangerang Selatan Bidang Ekonomi Hilmi Fabeta, serta mahasiswa, dosen, tamu undangan, komunitas kreatif, dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Agus mengatakan MANDI IDE 7 merupakan ruang apresiasi yang mempertemukan proses pembelajaran di kampus dengan masyarakat dan industri kreatif. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam menghasilkan karya visual, tetapi juga mampu mengembangkan ide yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Mandi Ide 7 menjadi ruang apresiasi bagi mahasiswa untuk menampilkan karya, gagasan, serta proses kreatif yang telah mereka kembangkan selama masa perkuliahan. Melalui pameran ini, mahasiswa tidak hanya diberi kesempatan untuk memperlihatkan hasil karya terbaiknya kepada masyarakat, tetapi juga menunjukkan kemampuan dalam mengolah ide, berinovasi, dan menjawab tantangan perkembangan industri kreatif,” ujar Agus.

Ia menilai ruang publik seperti galeri menjadi media yang penting bagi mahasiswa untuk memperoleh apresiasi sekaligus umpan balik terhadap karya mereka. Interaksi dengan masyarakat, komunitas kreatif, dan praktisi industri diharapkan mampu memperkaya perspektif mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja profesional.

Agus berharap MANDI IDE 7 tidak hanya menjadi agenda tahunan Program Studi DKV Universitas Mercu Buana, tetapi juga berkembang menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan pelaku industri.

“Kami berharap Mandi Ide 7 dapat menjadi wadah yang mendorong lahirnya kolaborasi, menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya, serta memperkuat hubungan antara dunia akademik, industri kreatif, dan masyarakat luas,” katanya.

Beragam karya yang dipamerkan merupakan hasil eksplorasi mahasiswa dalam bidang desain komunikasi visual, mulai dari identitas visual, ilustrasi, fotografi, desain publikasi, branding, hingga media komunikasi kreatif. Seluruh karya mencerminkan proses pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek estetika, tetapi juga kemampuan mahasiswa dalam merespons persoalan komunikasi melalui pendekatan desain yang inovatif.

Melalui penyelenggaraan MANDI IDE 7, Universitas Mercu Buana menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang menghubungkan proses akademik dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Pameran ini menjadi jembatan yang mempertemukan kreativitas mahasiswa dengan ruang publik, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang diharapkan dapat mendorong tumbuhnya ekosistem industri kreatif yang lebih kuat di Tangerang Selatan dan Indonesia.