Inspektorat Provinsi Banten Akhirnya Audit Uji Petik Pengadaan SMAN21 Kab Tangerang

0
215
views
kepala inspektorat provinsi E Kusmayadi (mengenakan batik) bersama dewan guru SMAN21 Kabupaten Tangerang didampingi anggota kepolisian dalam rangka mengaudit dana BOS di sekolah tersebut (foto: harso)

Tangerang, salakaNews – Inspektur Inspektorat Provinsi Banten E. Kusmayadi bersama timnya melakukan Audit Uji Petik pengadaan di SMAN 21 Kabupaten Tangerang. hal itu dilakukan setelah adanya laporan terkait dugaan penyelewengan dana BOS di sekolah tersebut yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah dan bendahara.

“Hari ini kami lakukan audit uji petik pengadaan di SMAN 21 Kabupaten Tangerang. Semoga selesai hari ini agar bisa kita selesaikan LHPnya,” kata E.Kusmayadi kepada wartawan. Selasa (7/7/2020).

Lebih lanjut dikatakannya, dalam konteks pemberian sanksi atau pusihment yang diberikan kepada oknum kepala Sekolah bersama bendahara terkait Dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga kini perlu melewati proses yang telah diatur oleh PP 53 sesuai konteks hasil pemeriksaan.

“Melalui proses kita lihat dulu konteks hasilnya seperti apa yang diatur dalam PP 53, sanksi tersebut bisa ringan, sedang atau berat,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan pembinaan kepada para guru di SMAN 21 dalam rangka memberikan motivasi agar tetap fokus terhadap tugas dan fungsinya.

“Kegiatan di SMAN 21 Kabupaten Tangerang harus segera kondusif, jangan sampai para guru berlarut masuk dalam persoalan -persoalan tersebut. Segala persoalan yang terjadi serahkan kepada yang berwenang inspektorat,” tuturnya.

Sementara Yunihar, SH. Kuasa Hukum Komite Sekolah dan Guru SMAN 21 dari LBH Ansor Tangerang, mengapresiasi langkah Inspektorat Provinsi Banten yang turun langsung melakukan audit uji petik di sekolah tersebut. Yunihar berharap semoga hasil akhir dapat segera dirilis ke publik.

“Semoga hasil akhir auditnya segera di rilis sehingga publik mengetahui berapa nominal Dana BOS yang diduga telah di selewengkan oleh kepsek inisial W dan eks.bendahara inisial S,” Tandasnya.

Meski begitu, E Kusmayadi selaku inspektur Inspektorat menyarankan kepada para pihak untuk berdamai. Kuasa hukum para guru merespon positif saran tersebut, dan membuka ruang islah. Akan tetapi menurut Yunihar itu hanya terkait dengan laporan penganiyaan dan pencurian, serta tidak termasuk dugaan Korupsinya, hal itu karena kasus tersebut masuk pada ranah Tipikor mengingat kasus tersebut LI bukan LP.

Pada saat rapat dengan para guru, ispektorat juga menginformasikan bahwa eks Bendahara SMAN 21 tangerang sudah di mutasi per tanggal 1 juli 2020 dan Kepala Sekolah sudah di non aktifkan, dan dalam waktu dekat akan ada PLT kepala sekolah,” tandasnya.

Editor: tam

kontributor: harso

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty + twenty =