Pemkot Tangsel Bakal Buka Satu Titik Transit di Tiap Kecamatan Untuk Pasien Covid-19

0
38
views
pemkot Tangsel buka satu titik transit untuk pasien COVID-19 di tiap kecamatan (foto: tgslhms)

Kota TANGSEL, salakaNews.com –  Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bakal membuka satu titik Tempat Transit bagi Pasien Covid-19 di setiap kecamatan. Hal itu dinilai dapat membantu pemerintah dalam memberikan pasilitas pelayanan CIVID-19.

Hal itu dikatakan Benyamin saat melakukan pengecekan Rumah Sakit Pakulonan dan juga di beberapa puskesmas baik di Serpong Utara, Puskesmas Pamulang dan puskesmas lainnya di kota Tangerang Selatan, Rabu (30/12).

Rumah sakit tersebut kata dia, terutama rumah sakit baru di Pakulonan akan menyiapkan 71 tempat tidur yang bisa digunakan oleh pasien covid-19.

wakil walikota Tangsel Benyamin Davnie periksa salah satu rumah sakit bagi pasien Covid-19 (foto: tgslhms)

”Angka 71 itu dimaksimalkan hingga 100 tempat tidur,” ujar Benyamin.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini rumah sakit Pakulonan sudah dapat beraktivitas meski belum maksimal, sehingga fungsinya dialihkan menjadi rumah sakit penanganan covid dengan gejala sedang. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir berobat ke puskesmas, karena pelayanan covid-19 hanya dilakukan di puskesmas tertentu saja.

Selain itu pemerintah telah memperhatikan bahwa puskesmas  yang bukan untuk pasien COVID-19  tidak diizinkan untuk memberikan pelayanan kesehatan lain.

”Jadi, kalau puskesmasnya menjadi tempat rawat, maka puskesmas itu tidak boleh memberikan pelayanan terhadap pasien umum,” ujar Benyamin pada saat melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah puskesmas dan rumah sakit.

Saat ini untuk mencegah lonjakan pasien pasca tahun baru, Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tetap di rumah saja pada libur panjang tahun baru. Menghindari keramaian serta tidak mengadakan pesta.

Dia juga sudah meminta koordinasi PHRI untuk tidak melakukan perayaan tahun baru untuk mencegah melonjaknya jumlah kasus positif.

”Itu sudah kami koordinasikan dengan PHRI. Bahwa ada larangan di tengah masa pandemi ini. Jadi sudah disepakati bahwa aktivitas tempat hiburan hanya boleh hingga pukul 07.00 malam saja,” katanya.

Seraya berharap, dengan upaya yang dilakukan, jumlah kasus positif harian bisa berkurang secara signifikan dan bisa menjadikan Tangsel terlepas dari zona merah.

(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen − 7 =