Masyarakat Pandeglang Kumpul di Alun-alun Menes Tolak Keras RUU HIP

0
224
views
aliansi Ormas padati alun-alun Menes, Tolak Keras RUU HIP dan ingatkan bahaya laten Komunis (foto: land/salakaNews)

Para aktor pencetus Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dinilai punya agenda tersembunyi yang akan merontokan sendi-sendi bernegara

Pandeglang, salakaNews – Penolakan Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) meluas di berbagai daerah, Organisasi Pergerakan Pembela Aspirasi Masyarakat (PERPAM) secara tegas menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara adalah bersifat final dan harga mati.

Pancasila telah menjadi modal besar para founding fathers bangsa ini sebagai wujud kesepakatan di atas semua golongan dalam mempererat hubungan satu kesatuan bangsa. Pancasila merupakan suatu rumah kesepakatan dan persaksian bersama yang tidak perlu lagi diubah dan diutak atik sebagai dasar negara dalam membangun peradaban, demi terciptanya Kemerdekaan Bangsa Indonesia secara utuh.

para elit politik di senayan yang berniat merubah poin-poin Pancasila, nampak jelas terlihat, jika dibaliknya ada udang di balik batu, ada agenda tersembunyi yang berniat ingin merubah haluan ideologi Pancasila yang telah susah payah para pendiri bangsa merajut dan merawatnya.

masyarakat Pandeglang yang tergabung dalam beberapa ormas bersatu dan berkumpul di alun-alun Menes mendeklarasikan diri Tolak Keras RUU HIP yang dinilai akan merubah haluan ideologi bernegara, (foto: land/salakaNews)

“Pancasila sebagai rumah kesepakatan dan persaksian bersama, tidak perlu diubah dan diutak atik kembali,” ujar Ujang Abdullah, Humas DPP PERPAM Saat deklarasi berjalan di alun-alun Menes, kabupaten Pandeglang. Rabu, (15/7/2020).

Hadir dalam acara tersebut beberapa Ormas, yakni Perpam AL-Jagur, Badak Banten, Laskar Pandeglang, Pemuda Pancasila, LPI, FPI, Pemuda Cahaya Islam (PCI) MA, BPPKB, KKPMP, Pemuda Muhammadiyah, MESTI TTKDH, ANAS, dan Mujahidin.

Pada kesempatan yang sama Ketua DPD  Pemuda Pancasila  Pandeglang AAP Aptadi, mengatakan, pergerakan PKI di Indonesia saat ini tidak menampakkan diri, namun ideologinya semakin masif ke khalayak, bahkan saat ini sudah masuk pada tatanan kehidupan bernegara.

“ini tidak terlihat kalau misalnya terlihat kita bisa melawannya ini sangat berbahaya karena Komunis di Indonesia tak berwujud tapi Ideologi itu terlihat nampak jelas Organisasi tanpa bentuk ini yang lebih bahaya” kata Aap.

Pantauan salakaNews.com acara mulai digelar pada pukul 13.00 WIB, dan berakhir pada pukul 16.20 WIB dengan diiringi lagu kebangsaan serta banyak yang bershalawat dan gema takbir memekik suasana kebatinan, selama acara berlangsung dalam kondisi lancar dan aman, beberapa aparat keamanan terlihat berjaga-jaga mengamankan jalannya acara.

Editor: tam

Rep: land

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − 12 =