Universitas Mercu Buana dan LSF RI Perkuat Kolaborasi Literasi Film

0
5
views
Ketua LSF RI, Dr. Naswardi, M.M., M.E., dan Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M.Eng

Universitas Mercu Buana (UMB) memperbarui Nota Kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) di Jakarta, Senin (27/4). Langkah ini menegaskan komitmen UMB untuk menjadikan isu literasi film dan klasifikasi usia penonton sebagai bagian dari tanggung jawab akademik kampus, tidak hanya sebatas kerja sama kelembagaan.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua LSF RI, Dr. Naswardi, M.M., M.E., dan Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M.Eng., sebagai penegasan komitmen bersama dalam penguatan literasi film di lingkungan akademik.

 

Kerja sama kedua lembaga telah berjalan sejak 2021 dan kini memasuki babak baru dengan cakupan yang lebih luas.

Rektor UMB, Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M.Eng., menyatakan bahwa kerja sama ini sepenuhnya berpijak pada kerangka Tridharma Perguruan Tinggi. Di bidang pengajaran, UMB mendorong pengembangan kurikulum berbasis penelitian dan pengabdian masyarakat. Di bidang penelitian, seluruh dosen diwajibkan mengambil tema riset yang relevan dengan lembaga mitra.

“Kami mewajibkan seluruh dosen melaksanakan penelitian dengan tema-tema yang berhubungan dengan lembaga mitra, dan hasilnya harus dipublikasikan serta diseminasikan kepada masyarakat, ”  ujar Andi.

 

Dalam implementasinya, UMB akan mengintegrasikan materi literasi film ke dalam kurikulum dan bahan ajar Program Studi Ilmu Komunikasi. Mahasiswa juga mendapat kesempatan magang di LSF RI, yang mulai tahun ini disertai honorarium, menjadikannya peluang pengalaman kerja sekaligus apresiasi nyata bagi mahasiswa.

Untuk keperluan riset, dosen dan mahasiswa UMB kini mendapat akses ke basis data perfilman nasional milik LSF RI, yang dapat dimanfaatkan untuk penyusunan disertasi maupun artikel ilmiah terindeks Scopus. Kerja sama ini sebelumnya telah melahirkan riset mengenai desain narasi visual dokumenter kuliner Kisarasa di platform YouTube sebagai salah satu luaran akademik konkret.

Di bidang pengabdian masyarakat, UMB akan memperluas gerakan budaya sensor mandiri ke lingkungan kampus, bersinergi dengan komunitas Sahabat Sensor Mandiri binaan LSF RI. Langkah ini relevan mengingat survei nasional LSF RI menunjukkan baru 46 persen masyarakat yang memperhatikan klasifikasi usia dalam memilih tontonan, angka yang menjadikan kampus sebagai titik strategis perubahan perilaku.

“Literasi menonton tidak mungkin hanya LSF RI yang menyosialisasikan kepada masyarakat. Kami ingin kolaborasi Tridharma agar kampus menjadi garda terdepan edukasi klasifikasi usia penonton,” kata Dr. Naswardi, M.M., M.E., Ketua LSF RI.

 

Penandatanganan MoU dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua lembaga, termasuk perwakilan sivitas akademika UMB dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Dengan pembaruan ini, UMB menempatkan diri bukan sekadar mitra administratif LSF RI, melainkan sebagai agen aktif dalam membentuk generasi akademik yang sadar dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi konten film.