Akibat Banjir Bandang dan Longsor, Ribuan Warga Lebak Mengungsi

0
127
views
Banjir Bandang di kp.Nunggul, Ds, Sukasari, Kecamatan Cpanas, kabupaten Lebak (foto: dok)

Lebak, salakaNews – Setidaknya diperkirakan ada dua ribu Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten. Mereka mengungsi di beberapa tempat yang aman, Majlis Ta’lim, Balai Desa, dan lapangan. sejumlah dapur umum telah didirikan dilokasi bencana oleh pihak BPBD, Basarnas, Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah untuk melayani warga.

“Korban jiwa pertama dari Kecamatan Lebak Gedong 5 orang meninggal, tiga dievakuasi, dua masih hilang,” kata Kepala BPBD Lebak Kaprawi kepada wartawan di Rangkasbitung, Rabu (1/1/2020).

Petugas masih melakukan pencarian di lokasi paling parah terdampak banjir. Identitas kedua orang yang hilang yaitu Arsan (50) dan Rizki (80).

Dikatakan Prawi, akibat bencana tersebut terdapat 6 kecamatan terkena dampak diantaranya kecamatan Sajira, Cipanas, Lebak Gedong, Curugbitung, Maja dan Cimarga, sementara ada 12 desa terkena dampak dengan 30 titik, sedangkan total jembatan rusak tercatat ada 14, di antaranya dua jembatan permanen di daerah Sajira dan Lebak Gedong, sisanya merupakan jembatan gantung.
Ada pun pemukiman pendudukn mengalami kerusakan parah dan ringan, berdasarkan laporan BPBD, tercatat 135 rumah rusak berat dan 185 rusak ringan. Serta  1.747 rumah warga terendam. Akibat luapan Sungai Ciberang merusak jembatan dan jalan.

Lebih lanjut kata Prawi, pihaknya akan memfokuskan pasca penanganan banjir  dan longsor dengan melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan untuk mengurangi resiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa.

sementara 12 desa yang terkena dampak akibat curah hujan tinggi yaitu di empat kecamatan, Cipanas yaitu desa Sipayung, Talagahiang, Bintang Resmi, Sukasari, Bintang Sari,  dan Luhur Jaya; Kecamatan Lebak Gedong di Desa Banjar Sari, Banjar Irigasi, Cilandeuh, Lebaksangka, dan Lebak Situ, Kecatamatan Sajira yaitu desa Curugbitung, dari dua kecamatan itu BPBD Lebak tengah melakukan pendataan.

Sementara, Kapolres Lebak AKBP Andre Firman mengatakan, pihaknya telah menyediakan logistik untuk membantu warga yang berada di balai desa dan lapangan futsal.

“Kurang lebih total sementara, hampir dua ribu KK yang di tampung di balai desa dan lapangan futsal. Kami sudah mempersiapkan logistik di setiap titik bencana, bekerjasama dengan kepala desa,” kata Kapolres Lebak, AKBP Andre Firman, ditemui di Mapolsek Cipanas, Lebak, Banten, Rabu (01/01/2020).

BPBD juga mendirikan posko pengungsian untuk menampung korban jiwa. Data sementara ada 427 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di gedung PGRI Kecamatan Sajira.

Lokasi bencana terparah berada di Kecamatan Lebak Gedong, lantaran sumber banjir bah berada di perkampungan yang masuk ke dalam kawasan Gunung Halimun Salak kecamatan lebak gedong.

“Yang kami alami tadi di perjalanan banyak jalan terisolir, karena banyak jalan yang tertimbun longsor, sekitar ada enam titik tanah yang bercampur air, karena (jika dilalui) bisa tenggelam dalam tanah. Terparah itu di Lebak Gedong, karena air berasal dari sana,” terang Andre.

Editor: Tam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × five =