TKSK dan Camat Wanasalam Fasilitasi Balita Penderita Hidrosefalus

0
170
views

Salakanews, Lebak- Camat dan TKSK kecamatan Wanasalam mengunjungi rumah Sardi, ayah dari balita penderita Hidrosefalus (pembesaran rongga kepala akibat kelebihan cairan otak) di Kp. Karang Anyar desa Muara, kec. Wanasalam, (jumat, 27/04).
Kunjungan itu dilakukan dalam rangka membantu dan memfasilitasi Saridi untuk mengobati penyakit yang diderita anaknya yg masih bayi. Dede mungil bernama Muhamad Abdul Qodir yang menderita selama 2 tahun.

Camat Wanasalam Cecep Saputra mengatakan, Pihaknya sangat prihatin sekaligus peduli pada kondisi yang diderita oleh bayi mungil bernama Abdul Qodir, kepedulian ini dalam bentuk membantu secara administrasi seperti BPJS dan lainnya.
“Kami dari pihak kecamtan sangat peduli sekaligus prihatin dengan penyakit yang diderita oleh balita ini” ujar Cecep. Seraya mengatakan pihaknya akan mngurusi kondisi bayi tersebut dalam bentuk administrasi saja berupa BPJS dan lainnya, Tandasnya.

Selama anaknya mengidap penyakit itu Sardi belum pernah pergi ke rumah sakit untuk mengobati penyakit yang diderita anaknya lantaran ketadaan biaya.

Namun harapan mulai muncul saat ia medapatkan perhatian dari pihak kecamatan dan TKSK.

Hal senada dikatakan Iyang selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial kecamatan Wanasalam, pihaknya akan membantu pengobatan Muhamad Abdul Qodir .
“TKSK membantu mempasilitasi dede Abdul Qodir untuk mendapatkan pengobatan gratis dan berkoordinasi dengan Camat, Kades dan pihak terkait salah satunya mengupayakan kartu BPJS” katanya.

Sardi ayah dari Muhammad Abdul qodir, menceritakan penyakit yang di derita anaknya.

Ia menuturkan diawal kelahiran bayinya, kondisi kesehatannya terlihat begitu normal seperti bayi lainnya, akan tetapi perubahan kondisi tubuhnya mulai terlihat setelah 40 hari usai digelarnya acara cukuran, kepala bayinya terlihat ada pembengkakakan. Saat ini Sardi hanya melakukan pengobatan secara tradisional, hal itu ia lakukan karena tidak punya pilihan lain selain faktor ketiadaan biaya.

“Untuk saat ini hanya melakukan pengobatan secara tradisional saja, dan dari pihak desa pernah menyarankan untuk membuat BPJS namun semua bayarnya harus dari kita, jadi susahlah. Cuma abis lahir kita haya 2 hari di bawa ke rumah sakit,” kata Sardi.

Sardi berharap putranya dapat diobati dan bisa disembuhkan, sehingga beban hidupnya sedikitnya dapat dikurangi.

Rep: Syam
Ed: Tam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − ten =