Tenaga Honorer RSU Banten Lakukan Aksi Mogok Kerja

0
324
views
Forum komunikasi Honorer RSUD Banten melakukan unjuk rasa di halaman Rumah Sakit Umum Banten. (fhoto : dok.)

Salakanews, Serang – Ratusan perawat yang tergabung dalam FKH RSUB (Forum Komunikasi Honorer Rumah Sakit Banten) melakukan unjuk rasa di halaman Rumah Sakit Umum Banten kamis pada pukul 10.30 WIB. 31/08/17.

Mereka menuntut kepada pihak pengelola rumah sakit untuk segera merealisasikan hak-hak mereka yang selama ini belum dilaksanakan. Diantaranya ialah tidak dipenuhinya hak-hak pekerja yang selama ini sudah mengabdikan diri di instansi tersebut, beberapa tuntutan yang mereka sampaikan adalah meminta pihak Direksi Rumah Sakit Umum provinsi Banten  terkait jasa pelayanan pegawai yang bersumber dari jasa pelayanan BPJS, Jasa Pelayanan Umum, dan SKTM, yang sampai saat ini belum direalisasikan.

Selain itu para unjuk rasa juga meminta kepada pihak Rumah Sakit Umum Banten untuk segera mengajukan kepada Gubernur Banten terkait honorarium dan remunerasi yang layak dan berkeadilan bagi para pegawai honorer di ruang lingkup Rumah Sakit Umum Banten yang selama ini sudah menjadi BLUD (badan layanan umum daerah) tipe B dalam nomenklatur Pergub standar satuan harga 2018.

Ade Firmansyah ketua Forum komunikasi Honorer RSUD Banten mengatakan sebelum melakukan aksi pihaknya telah melakukan mediasi dan konsolidasi secara persuasif dengan pihak yang berperan dalam mengelola rumah sakit ini.

“mediasi yang kita lakukan belum membuahkan hasil sehingga akhirnya melakukan aksi ini, sampai ada respon dari pemerintah” ujarnya.

Gugun salah seorang perawat yang ikut dalam unjuk rasa itu mengatakan kepada Salakanews ia bersama perawat lainnya belum mendapatkan uang jasa dari bulan januari sampai dengan sekarang (agustus/17-red.)

“Honor SKTM untuk bulan Januari tidak ada, dan BPJS umum dan Boks untuk bulan Pebruari juga belum ada” terangnya.

Oleh karena itulah kata Gugun, kami berinisiatif melakukan langkah (aksi) ini agar aspirasi seluruh perawat dapat didengar oleh pihak pengelola Rumah Sakit, katanya.

(ma)