Rektor Universitas Mercu Buana Dorong Pendidikan Berdampak, Bukan Sekadar Menghasilkan Lulusan

0
1
views

Universitas Mercu Buana (UMB) mendorong penguatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu membangun kompetensi, karakter, dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Rektor UMB, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng., dalam peringatan Dies Natalis ke-41 UMB yang dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Dr. Hj. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si., serta sejumlah mitra strategis Universitas Mercu Buana.

Mengusung tema Education to Improve Quality of Life, peringatan Dies Natalis tersebut menjadi momentum untuk menegaskan peran pendidikan dalam meningkatkan kualitas kehidupan. Dalam sambutannya, Andi menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi perlu dilihat dari kemampuan lulusannya menghadapi tantangan dunia kerja, menerapkan pengetahuan, dan memberikan solusi bagi persoalan masyarakat.

“Pendidikan bukan sekadar menyampaikan pengetahuan atau menghasilkan lulusan, tetapi membangun kompetensi, karakter, dan kemampuan manusia untuk berkarya serta memberikan solusi bagi masyarakat,” demikian disampaikan dalam sambutan rektor.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, UMB menekankan pentingnya pembelajaran yang relevan dengan perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Dosen didorong mengevaluasi metode pengajaran, menghubungkan teori dengan persoalan nyata, serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi, bertanya, dan mengembangkan gagasan.

Kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan beradaptasi menjadi kompetensi yang perlu diperkuat selama proses pendidikan. Selain penguasaan akademik, pembentukan karakter melalui integritas, kedisiplinan, keterbukaan terhadap kritik, dan penghargaan terhadap perbedaan juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.

Menurut Andi, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kegiatan di ruang kelas. Pengalaman mahasiswa ketika mengakses layanan administrasi, mencari informasi, menggunakan fasilitas, atau membutuhkan bantuan juga menjadi bagian dari pengalaman pendidikan di perguruan tinggi.

Karena itu, UMB mendorong budaya pelayanan yang ramah, responsif, profesional, dan solutif. Pelayanan diharapkan tidak berhenti pada penjelasan mengenai kendala atau prosedur, tetapi turut membantu mahasiswa menemukan jalan keluar sesuai ketentuan yang berlaku.

Kualitas pembelajaran dan pelayanan tersebut juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi. Andi menilai, reputasi universitas tidak cukup dibangun melalui promosi dan iklan, tetapi perlu diperkuat melalui pengalaman nyata yang dirasakan mahasiswa.

“Promosi terbaik sebuah universitas adalah pengalaman positif yang dengan sukarela diceritakan oleh mahasiswanya,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.

Pandangan itu menempatkan seluruh unsur universitas sebagai bagian dari upaya membangun reputasi institusi. Dosen berkontribusi melalui mutu pengajaran, tenaga kependidikan melalui pelayanan, sedangkan setiap unit kerja berperan melalui profesionalisme dan kualitas pekerjaannya.

Andi juga mengaitkan kepercayaan masyarakat dengan keberlanjutan universitas. Peningkatan jumlah mahasiswa baru tidak hanya dipengaruhi strategi penerimaan, kondisi ekonomi, dan persaingan antarperguruan tinggi, tetapi juga dapat didukung oleh mutu pembelajaran dan pelayanan yang terus diperbaiki.

Pertumbuhan institusi yang dikelola secara sehat, menurut sambutan tersebut, berpeluang mendukung pengembangan fasilitas, peningkatan kualitas pendidikan, serta kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan.

Dalam momentum Dies Natalis ke-41, Andi mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat tiga komitmen: meningkatkan mutu, menghargai manusia, dan menghasilkan dampak. Ketiganya diarahkan agar perubahan tidak hanya menjadi agenda besar di tingkat kebijakan, tetapi juga tercermin dalam tindakan sehari-hari.

Pada akhirnya, pendidikan yang berdampak menuntut keterhubungan antara apa yang dipelajari mahasiswa, kompetensi yang mereka bangun, dan manfaat yang dapat mereka berikan kepada masyarakat. Melalui tema Education to Improve Quality of Life, UMB menempatkan peningkatan kualitas kehidupan sebagai orientasi yang perlu diwujudkan melalui mutu pendidikan dan kontribusi nyata.