TANGERANG SELATAN, Salakanews.com – Semangat pemberdayaan pelajar dan perluasan ruang kolaborasi menjadi landasan dukungan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Banten bersama Pimpinan Cabang (PC) IPNU dari delapan kabupaten dan kota se-Provinsi Banten kepada Muhammad Shidqil Muqoffa atau Rekan Aqil sebagai calon Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPNU periode 2026–2029.
Dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) II PW IPNU Banten yang berlangsung pada 28 Oktober 2026 di Graha Aswaja NU, PCNU Kota Tangerang Selatan. Kesepakatan ini menjadi bagian dari aspirasi bersama kader IPNU Banten dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi di tingkat nasional.
Ketua PW IPNU Banten, Rekan Muhamad Riziq Shihab, menyampaikan bahwa dukungan tersebut dibangun melalui musyawarah dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan harapan kader di daerah. Menurutnya, kepemimpinan IPNU mendatang perlu memberikan perhatian terhadap penguatan kaderisasi sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelajar untuk berkembang.
“Dukungan PW IPNU Banten bersama PC IPNU dari delapan kabupaten dan kota ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama. Kami berharap kepemimpinan IPNU ke depan mampu mendengar suara kader, memahami persoalan di daerah, dan menghadirkan ruang pengembangan yang dapat diakses oleh seluruh pelajar NU,” ungkap Riziq.
Sosok Rekan Aqil bukan nama baru dalam perjalanan organisasi IPNU. Ia mengawali pengabdiannya melalui PAC IPNU Kecamatan Ciputat, kemudian melanjutkan proses organisasi di PC IPNU Kota Tangerang Selatan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kaderisasinya hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris Umum PP IPNU.
Perjalanan dari tingkat lokal hingga nasional menjadi bekal dalam memahami dinamika organisasi di berbagai tingkatan. Bagi kader IPNU Banten, pengalaman tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan dalam mendorong Aqil untuk mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan nasional.
Selain rekam jejak organisasi, gagasan Student Global Empowerment yang dibawanya menjadi perhatian dalam menentukan dukungan. Melalui semangat “IPNU Kolaboratif Mendunia”, Aqil menawarkan pendekatan pemberdayaan pelajar yang berorientasi pada peningkatan kompetensi, penguatan akses pendidikan dan pengetahuan, serta perluasan jejaring kolaborasi.
Gagasan tersebut mendorong IPNU untuk tidak berhenti sebagai organisasi kaderisasi, tetapi berkembang menjadi ruang yang memungkinkan setiap kader menggali potensi, mengembangkan keterampilan, dan memperoleh kesempatan untuk berkontribusi di tengah perubahan zaman.
Arah pemikiran tersebut sejalan dengan visi Aqil untuk menjadikan IPNU sebagai rumah tumbuh pelajar Nahdlatul Ulama yang berpegang teguh pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kesempatan berkembang secara merata, serta turut menggerakkan peradaban menuju Indonesia Emas 2045.
Riziq menilai, tantangan pelajar saat ini membutuhkan organisasi yang mampu menghubungkan proses kaderisasi dengan kebutuhan pengembangan diri. Karena itu, gagasan kepemimpinan perlu diwujudkan melalui langkah konkret, bukan hanya menjadi rumusan program di atas kertas.
“IPNU harus menjadi tempat bagi pelajar untuk bertumbuh, belajar, dan memperluas pengalaman. Kader di daerah harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kapasitasnya. Kami berharap semangat kolaborasi dan pemberdayaan yang ditawarkan Rekan Aqil dapat menjawab kebutuhan tersebut,” tambah Riziq
Dukungan PW IPNU Banten dan PC IPNU dari delapan kabupaten dan kota ini menjadi bagian dari dinamika menuju kepemimpinan PP IPNU periode 2026–2029. Aspirasi tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun organisasi yang semakin terbuka terhadap potensi kader, responsif terhadap tantangan pelajar, dan mampu memperluas peran IPNU di tingkat nasional maupun global.
Red












