Pandeglang, Salakanews – Suasana haru menyelimuti acara lepas sambut Camat Pulosari yang berlangsung di Aula Koperasi Langgeng Sari, Pulosari, Senin (4/05/26). Acara tersebut menandai pergantian kepemimpinan dari Gimas Rahadyan kepada Juhanas Waluyo.
Diketahui, Gimas Rahadyan, yang telah mengabdi selama 3 tahun 8 bulan, kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A). Kabupaten Pandeglang.
Sementara posisi Camat Pulosari kini dijabat oleh Juhanas Waluyo, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang.
Prosesi perpisahan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh berbagai unsur Muspika, di antaranya jajaran Polsek Pulosari, Koramil Jiput, Ketua MUI, KUA, Kepala Desa se-Kecamatan Pulosari, TP PKK, BPD, UPT Puskesmas, Kormin Pendidikan, jajaran Korluh, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta mantan camat terdahulu.
Dalam sambutannya, tokoh agama Kecamatan Pulosari, KH Wandi, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. Ia menilai Gimas Rahadyan sebagai pemimpin yang sangat dekat dengan masyarakat dan para ulama.
“Perpisahan ini adalah keniscayaan. Kami merasa kehilangan sosok Pak Gimas, namun kami bangga beliau mendapatkan amanah baru sebagai kepala dinas. Itu semua berkat doa masyarakat Pulosari. Kepada Camat yang baru, kami titipkan harapan agar terus merangkul masyarakat dan bersinergi dengan ulama,” ujar KH Wandi.
Sementara itu, Juhanas Waluyo selaku Camat Pulosari yang baru, meminta dukungan dan doa restu dari seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa peran Camat pada dasarnya adalah sebagai pelayan masyarakat.
“Camat adalah pelayan. Oleh karena itu, saya memohon kerja sama dari seluruh tokoh, kepala desa, dan perangkat untuk membantu tugas saya. Ulama dan umaro tidak bisa dipisahkan, kita harus bersatu untuk memajukan Pulosari,” tegas Juhanas.
Di sisi lain, Gimas Rahadyan dalam pesan perpisahannya menyampaikan terima kasih atas dedikasi seluruh pihak yang telah mendampinginya selama masa jabatan. Ia mengenang kebersamaan di Pulosari dengan penuh kesan.
“Pulosari itu indah alamnya dan indah orangnya. Saya perkenalkan slogan ‘Nyandang’ (Nyaman Dipandang, Kompak, Maju, Sejahtera). Keberhasilan kepemimpinan saya bukan karena saya bekerja sendiri, melainkan karena saya dikelilingi oleh orang-orang baik,” ungkap Gimas dengan mata berkaca-kaca.
Gimas menambahkan bahwa pembangunan adalah tongkat estafet yang berkelanjutan. Ia pun meyakini bahwa penggantinya, Juhanas Waluyo, akan membawa perubahan yang lebih baik bagi Pulosari.
“Masyarakat Pulosari adalah masyarakat yang istimewa. Saya yakin seluruh stakeholder akan bahu-membahu membantu kinerja camat yang sekarang demi mewujudkan Pulosari yang lebih maju,” tutupnya.
Acara diakhiri dengan suasana kekeluargaan yang erat, diiringi jabat tangan perpisahan sebagai tanda penghormatan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama masa jabatan sebelumnya. (Land/red)














