Seorang Bayi Berkelainan Fisik, Mahasiswa di Pandeglang Lakukan Aksi Sosial.

0
471
views
PK PMII Unma dan PK PMII Staisman yang sedang menerima sumbangan dari pengguna jalan, (dok. Sela)

Salakanews, Pandeglang– Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Mathl’ul Anwar (PK PMII Unma) dan Pengurus Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Syeh Mansyur (PK PMII Staisman) Menes-Saketi, Pandeglang-Banten, lakukan aksi penggalangan dana peduli sosial terhadap Bayi bernama Reyhan di Sekitar Kota Pandeglang, pukul 13:00 WIB s/d 15:30 WIB, Selasa kemarin, 09 Januari 2018.

Reyhan adalah buah hati Ke dua dari pasangan Ijong (35) dan Aswati (30), warga Kampung Cimayun RT/RW 04/08, Desa Banyumas Kecamatan Bojong, Pandeglang-Banten. Naas, saat dilahirkan pada tanggal 02 Januari minggu lalu bayi Reyhan mengalami kelainan fisik, yaitu benjolan di pipi sebelah kiri dan memiliki dua pusar.

Mengetahui peristiwa ini, Ndos Firdaus, salahsatu mahasiswa Unma melaporkan kepada Dinas Kesehatan. Kata Ndos (sapaan Ndos Firdaus-red) , Ona selaku Kadinkes Provinsi Banten responsip atas laporannya, bayi Reyhan langsung dirujuk ke RSUD Provinsi Banten untuk menjalani operasi.

“Awalnya dapat info via facebook, dan kebetulan itu di daerah Bojong, satu Kecamatan dengan saya, akhirnya saya survey beserta teman-teman yang lain, dan ternyata itu benar, saya langsung menghubungi pihak Dinkes”, ungkap Ndos pada Salakanews, kemarin (09/01).

Sementara itu, dikatakan salahsatu peserta aksi dari PK PMII Staisman, Eneng Rosi Fitriandini, bahwa sudah selayaknya mahasiswa turun kejalan melakukan aksi sosial, sebagaimana tugas mahasiswa di dalam tri dharma perguruan tinggi.

Saat aksi digelar di lampu merah alun-alun Pandeglang, (dok. Sela)

“Ini tugas kami sebagai mahasiswa untuk mengimplementasikan poin yang ke tiga dari tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat”, tutur Eneng Rosi fitriandini.

Farid Hamzah, peserta aksi yang merupakan Ketua kaderisasi PK PMII Unma, menuturkan, aksi sosial yang mereka lakukan adalah upaya untuk meringankan pembiayaan hidup keluarga selama perjalanan dan sesampainya ke RSUD.

Lampu merah alun-alun/ posko polisi (dok. Sela)

“ini bicara tentang kemanusiaan. Walaupun bayi Reyhan mendapat keringanan berupa biaya operasi dan obat-obatan atas rujukan dinkes, tetap saja keluarga bapak Ijong membutuhkan biaya untuk bekal mereka selama di sana, ditambah lagi keluarga tersebut berasal dari kalangan menengah kebawah, jadi penggalan ini sebagai bentuk kepedulian kami”, pungkasnya.

Reporter : Ila dan Sela.

Editor      : Ndi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × three =