Sekolah Islam dan Gender (SIG), Ini Kata Pendiri PMII Kabupaten Lebak.

0
2484
views
Foto bersama PK PMII Setia Budhi Rangkas Bitung, Lebak-Banten, (dok. Red)

Salakanews, Lebak– Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Setia Budhi Rangkasbitung, gelar kegiatan Sekolah Islam dan Gender (SIG) di Gedung PC NU Kabupaten Lebak-Banten, Minggu, 24 Desember 2017.

SIG dalam PMII merupakan kegiatan yang cukup digemari oleh kader perempuan di Kabupaten Lebak. Dan kali ini bertemakan, “Menghadirkan Khazanah Keilmuan Study Gender Demi Terciptanya Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Insaniyah dan Ukhuwah Wathoniah”, yang akan berlangsung sampai hari Senin besok, 25 Desember 2017.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua IKA PMII Kabupaten Lebak, Sahabat Sehabudin, dalam sambutannya, ia mengatakan ada beberapa hal yang mesti di pahami dari perempuan lantaran menurutnya perempuan juga dapat diperhitungkan dalam kemampuannya.

“Kepada wanita kita bukan hanya menggantungkan harapan kemakmuran, kemajuan, bahkan peradaban sekalipun, lebih dari itu wanita adalah unsur terpenting dalam semuanya”, ujar sahabat Sehabudin selaku Ketua IKA PMII dan sekaligus Pendiri PMII Lebak.

Sementara itu, menurut Ketua Komosariat PMII Setia Budhi, sahabat Bayu Maldini, bahwa SIG merupakan salah satu pondasi yang tepat untuk mengendalikan perkembangan zaman yang yang dapat membuat perempuan mengalami kemunduran dalam proses pencarian ilmu.

“Jadikan Sekolah Islam dan Gender ini menjadi ranah untuk mencari khazanah keilmuan kelak menjadi tameng yang kokoh dalam mengarungi arus zaman yang semakin maju”, tutur Bayu (sapaan akrab Bayu Maldini-red).

Lanjut Bayu, “Diharapkan momen SIG ini juga bisa menjadi tonggak awal terciptanya ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Insaniyah dan Ukhuwah Wathoniyah”, tambahnya.

Dalam kesempatan itu, senada dikatakan Ketua Pelaksana, Sahabati Siti Dian Nurdiana, bahwa perempuan harus cepat dan sigap dalam menangani persoalan perkembangan Jaman.

“kegiatan SIG ini agar Kader kader PMII peka terhadap permasalahan Gender yg terjadi akhir-akhir ini, agar lebih paham terhadap Gender itu sendiri”, tukasnya.

Rep. Ndi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen − seven =