Peringati Hari Bahasa, HMJ UNTIRTA Gelar Seminar Nasional

0
215
views
Himpunan Mahasiswa Jurusan dari Kampus UNTIRTA menggelar perayaan Hari Bahasa dengan menggelar kegiatan Seminar Nasional dengan tema "Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia". (foto: dok)

Serang, salakaNews- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Tirtayasa (UNTIRTA) menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia”.

Seminar tersebut merupakan rangkaian acara dari Semarak Bulan Bahasa 2018, adapun digelarnya acara ini untuk memperingati lahirnya Bahasa Indonesia yang jatuh pada bulan Oktober, tepatnya pada momen sumpah pemuda.

Seminar ini diisi oleh dua pemateri yaitu Dr. Yeti Mulyati, M. Pd. Dosen dari UPI, dan Dr. Ade Husnul Mawadah, S.S, M.Hum dosen dari Untirta. Seminar yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen ini berjalan dengan khidmat.

Ketua pelaksana acara Diana Maulidina mengatakan, seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dengan target pengajar Bahasa Indonesia.

“Para pengajar Bahasa Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kualitasnya dalam menguasai ilmu bahasa negerinya sendiri” kata Diana, (Sabtu, 27 oktober 2018).

Sementara dalam presentasinya, Dr. Yeti Mulyati, M.Pd. mengatakan, dalam meningkatkan kualitas keilmuan khususnya di bidang bahasa merupakan hal yang penting, ini tentu sangat berkaitan erat dengan penggunaan media digital di era milenial.

“Meningkatan kualitas pembelajaran oleh pengajar di era revolusi industri 4.0, peningkatan yang dimaksud adalah penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran yang dinilai masih minim dan pengajar yang kurang terampil dalam menggunakannya”,kata Yeti.

Hal senada disampaikan oleh Dr. Ade Husnul Mawadah, S.S, M.Hum. menurutnya, buku teks tak selalu menjadi patokan untuk dijadikan dasar sebagai pedoman pembelajaran. Meski begitu perlu adanya pembelajaran kontekstual yang kekinian, guna menyesuaikan dengan jaman milenial.

“guru ditekankan untuk tidak melulu menjadikan buku teks sebagai pedoman pembelajaran, namun juga perlu adanya pembelajaran kontekstual yang kekinian, guna menyesuaikan dengan zaman milenial, harus adanya pembeda dari pembelajaran pada umumnya,” jelas Ade Husnul.

Seminar tersebut dimoderatori oleh Erwin Salpa Riansi, M.Pd. yang juga dosen Untirta dan Ketua Harian Ikatan keluarga Alumni  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untirta, momen tersebut  tentu menjadi momen yang baik untuk alumni yang sudah mengajar di sekolah-sekolah dan menjadi ajang untuk meng-upgrade kemampuan pengajaran.

Lulu, salah satu peserta dalam seminar merasa senang bisa mengikuti seminar ini, menurutnya kegiatan itu diharapkan terus digalakan, guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi peserta.

“Acara seperti ini harus terus dilaksanakan guna peningkatan kualitas pembelajaran di provinsi Banten” tandasnya. (tam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × one =