KKM Untirta Sosialisasikan Manfaat Pupuk Organik pada Masyarakat Tani Pulosari

0
443
views
KKM Untrta berfose dengan warga seusai memberikan penyuluhan, terkait pemanfaatan pupuk organik pada tanaman. (foto: land/salakaNews)

Salakanews, Pandeglang- Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Lakukan Sosialisasi pupuk kimia dan pupuk organik bagi pertanian serta pembagian bibit tanaman kepada Masyarakt Desa Cilentung, (31/07/18).

Tujuan sosilasi ini agar masyarakat tidak terlalu berlebihan dalam nenggunakan pupuk kimia karena pupuk kimi ini merusak unsur hara yang ada di dalam tanah dan bahaya juga terhadap tubuh manusia yg mengkonsumsi tanaman tersebut.

Arip,Ketua Kelompok KKM 41 Untirta mengatakan, kegiatan sosialisasi ini dilakukan semata-mata untuk memberikan edukasi terhadap Masyarakat dalam menggunakan bahan pupuk un-Organik,

“kami mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik agar masyarakat tidak ketergantungan terhadap pupuk un-Organik dan saya harapkan bisa merubah mineset masyarakat yang ingin selalu instan dalam melakukan segala pekerjaan yang mereka lakukan, kami juga berharap kepada stake holder (Unsur Pemerintah) untuk terus memperhatikan Masyarakat tani agar pertanian kita bisa mandiri dalam semua bidang, sesuai yang diharapkan oleh Mentri Tani (Mentan) dan Presiden” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Andi Mulyana yang didapuk sebagai narasumber  pada sosialisasi itu mengatakan, bahwa pupuk merupakan suatu bahan yang mengandung unsur hara atau nutrisi bagi tanaman untuk menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman, selain itu bertujuan menyuburkan tanah dan meningkatkan hasil produksi pada tanaman.

“Pupuk un-Organik pupuk yang terbuat dari bahan-bahan kimia aktif, merupakan hasil dari proses pembuatan rekayasa kimia melalui proses rekayasa kimiawi, sedangkan pupuk Organik pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami, bahan organik, yang terbuat dari pelapukan organisme  tumbuh atau hewan” Jelasnya.

Begitu juga dengan dampak pupuk an-organik menurut Andi, dapat membunuh mikro organisme yang ada dalam tanah, mudah tergerus oleh aliran air yang deras, mengubah PH tanah, menghambat pembusukan bahan organik, mengganggu keseimbangan  unsur hara dalam tanah, menghambat penyerapan zat hara hara oleh akar, menimbulkan penyakit bagi tanaman itu sendiri, resisten terhadap hama penyakit, dan kesehatan tidak terjamin.

“solusi yang kami berikan kepada Masyarakat yaitu dengan menggunakan pupuk organik karena pupuk ini dapat meningkatkan produktifitas lahan pertanian, sehingga mudah dalam pengolahan lahan, memberikan kehidupan bagi mikro organisme tanah, mampu memobilisasi hara yang ada di tanah menjadi ion, sehingga mudah diserap oleh tanaman, menjaga kelembaban tanah, mampu mencegah erosi lapisan tanah atas, dan mampu menjaga dan merawat kesuburan tanah, ketimbang Pupuk un-organik” terang Andi.

Sahroji, anggota Kelompok Tani Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari, Pandeglang, berpandangan bahwa dahulu ia sempat menolak keras penggunaan pupuk un-organik, karena hasil pertaniannya saat itu masih melimpah walaupun tidak menggunakan pupuk un-organik, tetapi saat ini ia bersama petani lainnya terpaksa menggunakan pupuk tersebut, karena melihat hasil pertaniannya makin menurun.

KKM Untrta berfose dengan warga seusai memberikan penyuluhan, terkait pemanfaatan pupuk organik pada tanaman. (foto: land/salakaNews)

“Bukan kami tidak mau kembali menggunakan pupuk organik tetapi pupuk organik lumayan susah di dapatkan dan pengelolaannya lumayan memakan waktu yang lama. harapan kami ada subsidi pupuk organik yang jelas untuk kelompok tani kami ini dan kami meminta perlengkapan alat pembuat pupuk organik” ujarnya.

Sementara kepala Desa Cilentung Juhdi sangat mendukung apa yang dilakukan oleh mahasiswa yang tengah KKM itu, karena menurutnya kegiatan sosialisasi pertanian dengan memberikan pemahaman baik-buruknya pnggunaan pupuk terhadap tanaman ini sangat membantu warga di desanya.

“kami mengucapkan terimaksih kepada adik-adik Mahasiswa KKM Untirta yang sudah memberikan pemahaman tentang penggunaan Pupuk organik dan un-organik, karena kita tahu bahaya pupuk kimia pada tanaman” kata Juhdi.

Juhdi berharapa program yang dilakukan oleh pihak mahasiswa terlebih pada Universitas Tirtayasa untuk terus digalakan dan berkelanjutan, agar masyarakat pertanian selain tercerahkan juga bisa mandiri dalam pembuatan pupuk,” tendasnya.

Rep: Land

Ed: tam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here