Seluas 1.580 Hektar Sawit di Pandeglang Akan Diremajakan

0
558
views
Sekda Pandeglang Ferry, didampingi Kadis Pertanian Budi Januardi pada acara Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun Pengembangan Sumberdaya Manusia Sarana dan Prasarana, di Hotel S’Rizki Selasa, (28/8/2018) (foto: Azis/SalakaNews)

SalakaNews, Pandeglang – Seluas 1.580 hektar Perkebunan sawit yang ada di wilayah Kabupaten Pandeglang akan diremajakan kembali. Hal itu dilakukan guna menjaga produksi kelapa sawit, lantaran belakangan diketahui dari total 2.774 hektar sawit yang ada di Pandeglang, sebagian sudah tidak produktif mengingat usia pohon sawit sebagian besar sudah menua, hal itu menyebabkan penurunan produktivitas.

Kepala Dinas Pertanian Budi Januardi mengatakan, jika rencana replanting tersebut akan dibiayai langsung oleh Kementerian Pertanian yang dananya secara tekhnis akan dialokasikan langsung kepada para petani. Adapun untuk nominal bantuan sebesar Rp25 Juta yang diperuntukan untuk  tenaga kerja dan pengelolaan.

“Sarana dan prasarana peremajaan kelapa sawit, tentunya ada persyarakatan yang harus dilengkapi bagi para petani pekebun. Persyaratanya yaitu eks-pirbun, bukti kepemilikan sertifikat hak milik, oleh karena itu pihaknya mengadakan sosialisasi,” Kata Budi Januardi saat menghadiri acara Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun Pengembangan Sumberdaya Manusia Sarana dan Prasarana, di Hotel S’Rizki Selasa, (28/8/2018).

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk wilayah perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayah Pandeglang tersebar dibeberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Cikeusik, Cibaliung, Munjul dan Kecamatan Angsana.

“Kelapa sawit yang digagas oleh KEMENTAN ini  dalam rangka pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan dengan target nasional seluas 185.000 hektar,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Sekda Pandeglang, Ferry Hasanudin meminta agar dinas terkait untuk terus meningkatkan pengetahuan para petani dalam mengelola kelapa sawit yang benar. Hal tersebut agar tanaman sawit bisa tumbuh dengan subur sehingga dengan sendirinya bisa mensejahterakan masyarakat.

“Para petani harus memiliki pengetahuan teknologi pertanian, seperti bagaimana tata cara penanaman, pemupukan dan pengelolaan yang baik, petani harus mampu memiliki kemampuan itu, agar nantinya mendapatkan hasil yang memuaskan,” tandasnya.

Rep: Azis

Ed: tam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here