Kesenian Wayang Golek Warnai Hari Jadi Kabupaten Pandeglang

0
281
views
Dalang Kondang Asep AS. Hudaya dari Karawang bersama Fery Hasanudin Sekda Pandeglang berfose sebelum pagelaran dimulai pada semarak HUT kab. Pandeglang ke-145 (foto: dadi/salakaNews)

PANDEGLANG, SALAKANEWS.com – Rangkaian peringatan hari jadi ke -145 Kabupaten Pandeglang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, tercatat ada 23 event calender yang siap memeriahkan HUT Pandeglang yang ke -145, salah satu diantaranya adalah pertunjukan kesenian rakyat wayang golek yang di gelar di Alun-alun Pandeglang, Jumat malam (5/4/).

Acara dibuka langsung oleh Sekda Pandeglang Fery Hasanudin, kesenian tradisional tersebut mengambil lakon Bayu Suta Pawana dibawakan oleh dalang kondang Asep A.S Hudaya dari Giri Komara Karawang.

Pada kesempatan itu Fery Hasanudin mengatakan wayang golek merupakan kesenian tradisional warisan budaya para leluhur sunda, dimana dari setiap ceritanya memiliki makna dan menjadi petuah bagi kita semuanya, sehingga keberadaan harus dilestarikan.

“wayang golek ini harus kita lestarikan, krena Kesenian ini merupakan Kesenian tradsional warisan budaya para leluhur sunda,” ujar Fery.

Selain itu kata dia, pertunjukan kesenian ini (wayang golek) tak hanya jadi tontonan semata, lebih dari itu wayang golek memiliki pesan yang sangat luhur, di dalamnya terdapat nilai kehidupan, serta petuah-petuah hidup yang dapat menuntun para penontonnya kea rah hidup yang lebih baik. Di atas jalan kebenaran.

“Dengan adanya wayang golek ini saya berharap bisa memberikan hiburan, serta kepuasan dan kebahagiaan bagi masyarakat Pandeglang, ” Tuturnya.

Encun warga dari kampung Samaboa Padeglang yang ikut menyaksikan hiburan tersebut mengatakan, dirinya merasa terhibur dengan pertunjukan kesenian itu, karena menurutnya kesenian itu kini jarang dipertunjukan, padahal masyarakat sangat mendambakan hiburan rakyat  seperti wayang golek ini.

“Alhamdulilah dalam rangka peringatan hari jadi Pandeglang, pagelaran wayang golek setiap tahunya selalu ada, “kata Encun

Encun berharap pagelaran kesenian ini tak hanya dipentaskan setahun sekali hanya dalam event-event tertentu saja, tetapi harus dipentaskan serutin mungkin, karena menurutnya makin hari warisan bernilai dari leluhur itu semakin tergerus oleh perkembangan budaya luar. Ahirnya anak-anak muda generasi milenial kini tak lagi menunjukan kebanggaannya pada seni bangsanya sendiri.

Meski begitu ia tetap bersyukur pada pihak Pemda yang tiap tahunnya menyelenggarakan kesenian itu, sehingga masyarakat bisa menikmati hiburan itu dengan gaya tempo doeloe (baca;dulu).

” saya mah tidak pernah ketinggalan menyaksikan wayang golek ini setiap tahunya, ini aja saya ajak istri sama anak, sudah sedia termos, makanan, kopi sama tikar buat nonton golek semalam suntuk, “imbuhnya.

Rep: Dadi

Ed: tam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 + two =