Kota Tangerang, Salakanews.com – Komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan mengantarkan SMP Al Barkah Batuceper Kota Tangerang meraih prestasi membanggakan di awal tahun 2026. Sekolah ini secara resmi dinobatkan sebagai penerima Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Tangerang, sebuah apresiasi bergengsi atas konsistensi dalam mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan hidup ke dalam sistem pendidikan. (8/2/25).

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan SMP Al Barkah Batuceper dalam membangun ekosistem pembelajaran yang sehat, berkelanjutan, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik yang peduli lingkungan. Sekolah dinilai tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga mampu menanamkan kesadaran ekologis secara nyata dalam kehidupan sehari-hari warga sekolah.
Program Adiwiyata merupakan kebijakan nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bertujuan menciptakan sekolah berbudaya lingkungan (green school). Dalam proses penilaian, SMP Al Barkah Batuceper berhasil memenuhi komponen utama Sekolah Adiwiyata, di antaranya:
Pertama, integrasi pendidikan lingkungan dalam modul ajar, melalui penyisipan isu pelestarian lingkungan pada mata pelajaran serta identifikasi potensi dan masalah lingkungan hidup (IPMLH) yang kontekstual.
Kedua, aksi lingkungan partisipatif, dengan melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua. Program yang dijalankan meliputi pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemeliharaan drainase, serta kegiatan penanaman dan perawatan tanaman.
Ketiga, internalisasi Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH), yang diwujudkan melalui pembiasaan menjaga kebersihan, penghematan energi dan air, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai yang telah menjadi budaya sekolah.
Keberhasilan ini diraih setelah SMP Al Barkah Batuceper melalui tahapan verifikasi dan penilaian lapangan yang ketat pada 21–22 Januari 2026. Penilaian mencakup empat aspek utama, yakni kebijakan berwawasan lingkungan, integrasi materi lingkungan dalam dokumen kurikulum, aksi lingkungan partisipatif, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung keberlanjutan.

Penghargaan Adiwiyata 2026 diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, yang dipusatkan di Kawasan Tugu Adipura, Kota Tangerang, pada 8 Februari 2026. Pada kesempatan tersebut, SMP Al Barkah Batuceper menerima piagam penghargaan bersama 34 sekolah lainnya dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Tangerang. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Walikota Tangerang, Drs. H. Sachrudin.
Kepala SMP Al Barkah Batuceper, Muhamad Sopian Hidayatullah, S.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademik yang didukung penuh oleh Yayasan Pendidikan Islam Karunia Ibu.
“Penghargaan ini bukan hasil instan. Ada proses panjang, pengorbanan, dan konsistensi dalam melakukan pembenahan, termasuk pembangunan infrastruktur secara bertahap dengan prinsip keberlanjutan, demi menciptakan suasana belajar yang kondusif,” ujarnya Sopian.
Ia menambahkan, penghargaan Adiwiyata harus menjadi protein pendidikan, yakni energi moral yang memperkuat komitmen sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara utuh pendidikan yang memerdekakan, berkarakter, dan berorientasi pada masa depan peserta didik.
Bagi SMP Al Barkah Batuceper, Adiwiyata bukanlah tujuan akhir, melainkan cerminan filosofi pendidikan yang menempatkan lingkungan sebagai ruang belajar yang hidup. Sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang menjadi fondasi sekolah, kebersihan dipahami sebagai manifestasi keimanan yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Momen penghargaan ini juga diwarnai rasa haru, keluarga besar SMP Al Barkah Batuceper secara khusus mempersembahkan penghargaan Adiwiyata 2026 ini kepada almarhum Bapak Adi Saputra, S.IP., Ketua Tim Adiwiyata sekolah. Dedikasi almarhum yang tetap memimpin dan mengawal program Adiwiyata di tengah perjuangan melawan sakit menjadi teladan tentang makna pengabdian yang sesungguhnya.
Prestasi ini menjadi kado indah sekaligus amal jariyah, di mana semangat juang almarhum terus hidup dalam budaya lingkungan yang tumbuh dan berkembang di SMP Al Barkah Batuceper.
Red












