
GRESIK, salakaNews – Masyarakat Ujungpangkah patut berbangga, khususnya warga desa Sekapuk, kabupaten Gresik, Jawa Timur. Lantaran kali ini telah menyandang status istimewa, yakni Desa Miliarder. Hal itu telah dibuktikan dengan pesatnya kemajuan yang telah dilakukan oleh Abdul Halim selaku kepala desa yang menginisiasi dan sekaligus mendeklarasikan desanya sebagai desa Miliarder se-Indoensia.
Klaim tersebut tentu tak sekedar jargon kosong, karena telah dibuktikan dengan beberapa capaian, seperti peningkatan ekonomi di sektor UMKM, dengan menargetkan per tahun yang memiliki potensi Rp 1,9 Miliar.
“Apalagi BUMDes dengan target net profit 4 Miliar per tahun yang secara otomatis berpengaruh besaran PADes jadi 1,5 Miliar.

Belum lagi lapangan kerja 591 lapangan kerja baru, ditambah jumlah sekitar 400 obligasinya, selama tahun ketiga pengabdian di desa. Semua ini terwujud dengan semangat kebersamaan. Terimakasih semuanya,” kata Kades Abdul Halim, seperti dikutif dar beritabaru.co, Sabtu (5/9/2020).
Tak hanya itu, Desa Sekapuk juga telah memiliki kendaraan oprasional yang bikin desa-desa lain iri. Aparatur desa disediakan moda transportasi untuk menunjang kemajuan desa. Ada enam kendaraan oprasional milik desa. Mulai dari Alpard untuk pemdes, Grand Livina untuk PKK, Mazda Double Cabin untuk Wisata, Expander untuk BUMDes, satu unit mobil ambulance standar COVID-19, serta puluhan unit sepeda Listrik untuk perangkat desa.
Atas capaian itulah, lanjut Abdul Halim pada Rabu (2/9/2020) pihaknya mendeklarasikan desanya sebagai Desa Miliarder di Indonesia. Deklarasi tersebut kata dia, bukan untuk ria dan takabur, melainkan memotivasi bagi semua untuk bangkit disaat pandemic COVID-19 masih mendera.
“Alhamdulillah, semua ini berkat kerja keras dan kebersamaan seluruh warga desa Sekapuk, semoga bernilai Ibadah, karena maksud kami bukan untuk kesombongan, namun semata-mata untuk memberikan motivasi dan inspirasi bangkit bersama ditengah Pandemi “ tandas Kades Abdul Halim.
Kemajuan desa tersebut selain merekatkan kebersamaan, kerja keras, kerja cerdas, dan tidak KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme). semoga keberhasilan desa tersebut dapat memberi motivasi dan inspirasi bagi desa lainnya di Indonesia.
(red)