0
5
views
Tim Universitas Mercu Buana di tengah Masyarakat Agam Penerima Bantuan

Universitas Mercu Buana (UMB) menegaskan peran perguruan tinggi sebagai kekuatan sosial masyarakat melalui penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (1/2/2026). Bantuan disalurkan langsung ke rumah hunian sementara dan rumah warga di Kecamatan Palembayan, Kanagarian Salareh Air.

Pengawas Yayasan Menara Bhakti, Dr. Hadri Mulya, mengatakan keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan kemanusiaan merupakan bagian dari fungsi sosial institusi pendidikan tinggi. “Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan riset, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu masyarakat ketika terjadi bencana,” ujarnya di Jakarta.

Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng., menegaskan bahwa UMB secara konsisten terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan sebagai bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Ia menyebutkan, pada April–Mei 2019, UMB menyalurkan bantuan senilai Rp900 juta bagi korban gempa di Palu, Lombok, Wonosobo, Banten, dan Lampung.

Aksi kemanusiaan di Agam tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UMB dalam menjalankan tanggung jawab sosial perguruan tinggi (university social responsibility). Sebelumnya, UMB juga menyalurkan bantuan bagi korban bencana di Medan dan Aceh Tamiang pada 5–10 Januari 2026.

Total bantuan yang dihimpun UMB untuk penanganan bencana di wilayah Sumatera mencapai Rp200 juta. Dana tersebut berasal dari dukungan Yayasan Menara Bhakti serta partisipasi civitas akademika Universitas Mercu Buana. Bantuan disalurkan dalam bentuk kebutuhan pokok dan perlengkapan ibadah yang dibutuhkan warga pascabencana.

Wakil Rektor II Universitas Mercu Buana, Prof. Rizky Briandana, Ph.D., mengatakan bantuan ke Agam difokuskan pada kebutuhan paling mendesak warga terdampak. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, UMB menugaskan Dr. Achmad Jamil dan Moestanuzul Indrawan, M.T., menyalurkan bantuan secara langsung ke lokasi bencana.

Achmad Jamil menjelaskan, bantuan difokuskan di Kecamatan Palembayan dan disalurkan langsung ke rumah warga serta hunian sementara. “Pendekatan ini dilakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Salah seorang warga Kanagarian Salareh Air, Abdul Goni (42), yang kehilangan istri dan rumahnya akibat banjir bandang, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Warga lainnya, Afri Zul (40), berharap bantuan yang diberikan dapat membantu mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana.

Sebelumnya pada Desember 2021 UMB juga menyalurkan bantuan senilai Rp170 juta bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, serta pada Februari 2022 untuk warga Kecamatan Sumur, Selat Sunda, dengan nilai bantuan Rp90 juta.